Undip Buka Jalur Pendaftaran Calon Mahasiswa Berprestasi

JAKARTA – Universitas Diponegoro (Undip) memberikan kuota dan membuka jalur seleksi khusus bagi siswa dengan pretasi nasional maupun internasional dari seluruh wilayah Indonesia. Selain membuka akses bagi anak-anak berprestasi, pihaknya juga akan memberikan beasiswa kepada mereka.

“Selain tiga jalur penerimaan mahasiswa (SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri), kami ada jalur yang ditujukan khusus bagi calon mahasiswa yang mempunyai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Baik di bidang akademik, sains, maupun prestasi di bidang olah raga,” ujar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Universitas Dipoonegoro, Edy Rianto, usai Seminar Pendidikan “Path to University 2017″ yang digelar Bimbingan Tes Alumni (BTA) Group, di Jakarta.

Dikatakan, untuk jalur seleksi siswa berprestasi tersebut, pihaknya memberikan kuota sekitar 2,5 persen dari total kuota penerimaan. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk mewakili siswa-siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.

“Tahun ini baru tahun kedua, kami ambil 2,5 persen dari total kuota mahasiswa. Itupun kemungkinan tidak sampai, karena memang sulit untuk mencari calon-calon mahasiswa yang berprestasi,” jelasnya.

Meski demikian, sambung dia, pihaknya tetap melakukan seleksi untuk menyaring calon mahasiswa yang akan masuk melalui jalur tersebut. “Tahun lalu yang daftar penuh, bukan hanya dari Pulau Jawa tapi juga dari pulau-pulau lainnya,” ujarnya.

“Kami memang ingin mendapatkan calon-calon mahasiswa yang benar-benar berkualitas. Kuota 2,5 persen itu cukup tinggi. Kedepan, kalau memang semakiin banyak, akan kita tingkatkan jumlahnya,” sambung Edy.

Ditegaskan, pihaknya akan mencarikan sponsor bagi mahasiswa dari jalur prestasi tersebut. “Kami akan mencarikan sponsor untuk mereka dari pihak swasta,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur BTA Group Hasahatan Manullang mengimbau kepada orang tua untuk tidak memaksakan jurusan atau prodi kepada anak-anaknya. Menurutnya, pemaksaan jurusan kepada anak-anak justru akan menghambat pendidikan dan karir dari anak.

“Kami titikberatkan kepada orang tua untuk mendorong minat siswa. Karena sampai saat ini masih banyak anak yang memilih jurusan karena pengaruh orangtua. Memang orang tua yang membiayai, tapi pendidikan ini pribadi yang berbeda orangtua,” jelas Atan.

(Satrio Wicaksono/ CN33/ SM Network)

Sumber: http://bit.ly/2mhk28z




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *