Tekuni Bisnis Online, Mahasiswa Raih Keuntungan Rp5 Juta per Bulan

SEMARANG – Milatina Nurul Hasanah, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, menekuni bisnis pakaian dengan konsep toko dalam jaringan (daring) sehingga pemasarannya lebih luas.

“Konsep bisnis ini fashion online shop,” kata Milatina di Semarang belum lama ini.

Mahasiswa Sastra Inggris itu telah menekuni bisnis tersebut sejak 1,5 tahun lalu, bersma dengan kakaknya.

“Awalnya kami menjual tas, lalu berubah ke pakaian karena anak muda zaman sekarang lebih antusias sama pakaian, tetapi terbuka kemungkinan kami juga akan menjual sepatu karena pakaian tanpa sepatu rasanya kurang lengkap,” kata pemilik Zappelinshop ini.

Dia mengatakan bisnis yang digelutinya tersebut lebih fokus ke pakaian karena perkembangan model pakaian yang terbilang pesat setiap minggunya sehingga peminatnya pun sangat banyak.

“Kami memilih menjual secara online untuk mengikuti era zaman modern ini. Zaman sekarang orang lebih fokus dengan dunia online, kebanyakan dari mereka sibuk dan tidak punya waktu untuk jalan-jalan. Kalau melalui online mereka bisa melihat gambar dari ponsel. Duduk manis di rumah atau kantor, pesanan mereka langsung sampai,” katanya.

Mahasiswa yang akrab disapa Mamil ini awalnya adalah seorang reseller. Setelah memiliki modal yang cukup, dia membuka usahanya sendiri.

“Di sini saya kerja sama dengan pabrik lokal, jadi produk yang saya butuhkan tinggal pesan dan siap ambil,” katanya.

Menurut dia produk dagangannya memiliki kualitas bahan yang bagus serta 100 persen sesuai dengan gambar yang diunggah melalui sosial media.

Untuk memberikan pelayanan yang prima, dia juga memilih jasa pengiriman tercepat, ternyaman, dan teraman agar pelanggan tidak khawatir dan menunggu lama.

Sementara itu, dari usahanya tersebut Mamil bisa memperoleh keuntungan antara Rp4-5 juta/bulan. Dengan omzet tersebut, dia tidak lagi menggantungkan uang dari orang tua.

“Saya bisa memenuhi kebutuhan hidup dari hasil penjualan tersebut,” katanya.

Mengenai kendala, dia mengatakan sejauh ini belum ada kendala yang cukup besar. Kendala kecil yang dihadapinya adalah beberapa pelanggan yang tiba-tiba membatalkan pesanannya.

Ke depan, dia berharap Zappelinshop bisa memiliki banyak reseller dan bisa menjual produk tidak hanya ke seluruh Indonesia tetapi juga sampai ke luar negeri.

(sus) http://bit.ly/2m7rVOK




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *