PUASA PENUH KEBAIKAN DAN KEMULIAAN

PUASA ditinjauan dari berbagai aspek yang ditemukan hanyalah kebaikan demi kebaikan, kemuliaan demi kemuliaan dan keajaiban demi keajaiban. karena itu sangat wajar jika mereka yang berpuasa dengan benar sebagaimana Rasulullah berpuasa, benar-benar mereka akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya dengan anugerah agung dari-Nya, yakni ketaqwaan.

يَـٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَءَامَنُواْكُتِبَعَلَيۡڪُمُٱلصِّيَامُكَمَاكُتِبَعَلَىٱلَّذِينَمِنقَبۡلِڪُمۡلَعَلَّكُمۡتَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Tujuan dari perintah puasa tidak lain adalah takwa, karena itu segala macam cobaan, berupa lapar, dahaga, dan hal lain sebagainya yang dapat mengurangi pahala puasa bahkan dapat membatalkan puasa harus dipahami dan dihindari

Berbagai macam cara orang dalam menunggu waktu berbuka puasa, ada yang menghabiskan waktu puasa dengan menonton tv, ada yang jalan-jalan sore hanya untuk berburu makanan tajil, ada pula yang hanya sekedar jalan-jalan, hal itu tidak ada yang salah namun alangkah baiknya jika hal itu tidak dilakukan setiap hari melainkan dapat diisi dengan memperbanyak dzikir kepada Allah

Agar dapat menambah ketakwaan dalam menjalankan ibadah puasa perlu kita pahami bersama manfaat puasa itu sendiri.

Pertama, puasa merupakan kafarat dari sekian banyak kafarat.

“Fitnah seorang laki-laki yang disebabkan keluarganya, hartanya, dan tetangganya, akan ditebus oleh kifarat dari sholat, puasa, dan sedekahnya.” (HR. Bukhari).

Kedua, puasa menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

“Siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan ridha Allah, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari).

Ketiga, puasa menjadi syafaat di hari kiamat.

“Puasa (Ramadhan) dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa akan berkata, “Wahai Rabb, aku mencegahnya makan dan minum di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata, Wahai Rabb, aku mencegahnya tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ahmad).

Keempat, ada Surga khusus bagi orang-orang yang berpuasa.

“Sesunguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut ar-Royyan. Pada hari kiamat akan masuk dari pintu itu orang-orang yang berpuasa dan pintu itu tidak akan dilalui oleh seorang pun selain mereka. Dikatakan pada hari itu, ‘Mana orang-orang yang rajin berpuasa?’ Maka mereka pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang ikut masuk melainkan mereka. Setelah mereka masuk, pintu itu pun dikunci, hingga tidak ada seorang pun yang masuk setelahnya.” (HR. Bukhari).

Kelima, Allah kabulkan doa orang yang berpuasa.

“Ada tiga doa yang itdak akan ditolak oleh Allah Ta’ala, yaitu dua orang yang berpuasa sampai ia berbuka, doa seorang pemimpin yang adil, dan doa orang-orang yang teraniaya. Allah akan mengangkat doa-doa tersebut ke atas awan dan Dia akan membukakan pintu langit bagi doa tersebut. Allah akan berkata, “Demi keagungan-Ku, sungguh aku akan menolongmu walaupun secara tidak langsung.” (HR. Tirmidzi).

Semoga dengan memahami, menghayati dan memaknai empat hadits diatas dapat menambah ketakwaan kita dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan yang penuh kemuliaan ini, Wallahu a’lam.

#Bhe




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *