Pemikiran Gus Dur Tak Dapat Dipahami Secara Hitam – Putih

Jakarta –¬†Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki basis pemikiran kemanusiaan. Hal tersebut terbukti dengan, sosok Gus Dur dapat masuk ke dalam ruang-ruang agama, budaya, sosial, dan politik. Gus Dur adalah sosok yang membela kaum tertindas, tertuduh, teraniaya serta orang besar. “Setiap orang yang mengalami masalah, pasti ditemani Gus Dur. Termasuk bagaimana Gus Dur membela Pak Harto,” ujar¬† Muhaimin dalam Haul ke-5 Gus Dur bertema Gus Dur untuk Kita di kantor DPP PKB, Selasa (23/12/2014).

Dinyatakan oleh mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) era Presiden SBY yang akrab disapa cak Imin ini, pemikiran Gus Dur tidak dapat dipahami secara hitam putih. Karena, tidak seluruh komentar Gus Dur dapat dimaknai dengan nuansa kekinian namun lebih kepada merefleksikan kehidupan dimasa yang akan datang. “Justru banyak orang memahami pemikiran Gus Dur setelah beliau meninggalkan kita semua,” kata dia.

Pernyataan senada dilontarkan Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PKB Abdul Kadir Karding. Karding menilai, Gus Dur sebagai tokoh bangsa telah banyak meninggalkan karya untuk bangsa ini. Bagaimana beliau telah mengajarkan demokrasi, keadilan, kebersaman, keragaman, dan pruralisme kepada bangsa ini. “Gagasan, pemikiran, dan prilaku Gus Dur dalam membangun bangsa dapat menjadi teladan bagi kita semua untuk membangun Indonesia jauh menjadi lebih baik,” kata dia.

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurahman Wahid, KH Yahya Kholil Stakub bercerita pengalamannya selama dirinya mendampingi Gus Dur. Selama dirinya mendampingi Gus Dur, sama sekali dirinya tidak pernah diarahkan bahkan juga tidak pernah ditanya soal pernyataanya di media massa. “Apa yang saya nyatakan di media merupakan hasil tafsir dari pemikiran saya pribadi, tapi tidak pernah dimarahi Gus Dur,” ucapnya.

Dikatakan oleh KH yahya, Sosok Gus Dur adalah Wali dimana ucapan beliau dan prilakunya teramat sulit untuk digambarkan. bahkan untuk menarasikan pemikiran Gus Dur saja perlu dilakukan simposium. Hal itu, lebih dikarenakan setiap pemikiran yang dituangkan Gus Dur selalu bermakna ganda dengan tafsiran dari banyak sudut pandang. “Gus Dur itu wali sehingga kita sulit menafsirkan apa yang dibicarakan Gus Dur,” katanya.

Hal senada diungkap Arswendo Atmowiloto. Budayawan itu mengagumi cara pikir Gus Dur yang melampaui alam pemikiran manusia Indonesia. “Beliau sosok kiai kerakyatan, yang mampu membela kemanusiaan tanpa mempermasalahkan SARA,” ujarnya mengaku dibela saat muslim Indonesia menghujat saat Tabloid Monitor didemo ketika memuat tokoh terkenal dunia dengan Nabi Muhammad SAW pada urutan ke-5.

Suasana haul semakin meriah sewaktu komedian Kirun (mantan personel Srimulat). Ia berkisah bagaimana Gus Dur yang kerap menjemput ke rumahnya untuk sekadar lesehan dengan komentar-komentar nyeleneh dberdialek Jawa Timuran. Artinya, itu bukan Tsunami Pangandaran le (panggilan sayang) tapi Ratu Kidul ngamuk emoh dipakaikan jilbab.

– See more at: http://pkb.or.id/pemikiran-gus-dur-tak-dapat-dipahami-secara-hitam-putih#sthash.bEJUWcTQ.dpuf

Reviews

  • 9
  • 8
  • 8
  • 4
  • 8
  • 7.4

    Score


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *