Menjamurnya Benih Terorisme, Gemasaba Pamekasan Pupuk Nasionalisme

Untuk memperkuat paham nasionalisme di kalangan pemuda dan mahasiswa Pamekasan, DPC. Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Kabupaten Pamekasan mengadakan dialog kebangsaan dengan tema, Peran Mahasiswa dalam Menjaga Keutuhan NKRI. Dialog tersebut digelar hari ini (Sabtu, 28/01/2017) di Aula Cafe MCM, Jalan Ceguk Pamekasan, mulai pukul 19.30 WIB.

Beberapa nara sumber yang diundang dalam dialog nanti malam adalah H. Baddrut Tamam, S.Psi (Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur), AKBP Nowo Hadi Nugroho (Kapolres Pamekasan), Letkol, inf, Nuryanto (Dandim Pamekasan), H. Ali Wafa Subki, M.Si (Ketua DPC PKB Pamekasan), dan Fathorrahman, SE, MM (Ketua GP Ansor Pamekasan).

Menurut Ketua DPC Gemasaba Pemekasan, Samsuky, SE., tema tersebut dipilih berdasarkan konteks terkini, di mana mulai muncul kembali benih-benih radikalisme dan kekerasan atas nama agama, maupun sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik di masyarakat. “Karena itu, penting bagi kami di Gemasaba ¬†untuk menyegarkan kembali, merevitalisasi semangat kebangsaan dan nasionalisme di kalangan mahasiswa di Pamekasan agar dapat menghasilkan inovasi maupun kreativitas berpikir maupun bertindak untuk turut serta menjaga kedaulatan bangsa,” tegas Samsuky, Sabtu¬†(28/01/2017).

Sementara itu, salah satu pembicara dialog kebangsaan H. Baddrut Tamam, S.Psi saat dihubungi terpisah mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan dialog kebangsaan tersebut. Menurut Ra Baddrut (panggilan akrab Baddrut Tamam), acara itu bukan saja sebagai ajang untuk merevitalisasi wacana dan pemikiran kebangsaan di kalangan mahasiswa Pamekasan, dialog itu juga sebagai sarana untuk konsolidasi kekuatan civil society dari kalangan mahasiswa.

  • “Jadi sekarang ini kelompok-kelompok pro demokrasi dan pro kebangsaan belum sepenuhnya terkonsolidasi. Padahal tantangan dari kelompok-kelompok radikal yang ingin merongrong keadulatan NKRI sudah di depan mata. Karena itu saya berharap acara dialog yang digelar Gemasaba Pamekasan nanti dapat menjadi wahana silaturrahim seluruh eksponen pro demokrasi di Pamekasan, sekaligus sarana pemantapan wacana dan konsolidasi kekuatan,” jelas Ra Baddrut.[f]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *