Kiai Said : Amanah Kebangsaan yang Mengharuskan Kita Tolak ISIS

Jakarta – Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj menegaskan jika Indonesia dalam berbangsa dan bernegara mengemban dua amanah; yaitu amanah agama dan kebangsaan. Dua amanah itulah yang harus menjadi komitmen bersama dalam menjadikan agama sebagai landasan membangun peradaban, dan amanah kebangsaan sebagai penegasan komitmen bersama untuk menolak kekerasan atas nama agama apapun di negeri ini.

“Jadi, kita menolak bentuk aliran dan bentuk negara serta khilafah apapun kecuali khilafah nasionalis, karena sebagai bangsa, Indonesia mengemban dua amanah; yaitu amanah agama dan amanah kebangsaan. Apalagi, ISIS sudah jelas bertentangan dengan Islam, sehingga tak mungkin dibiarkan berkembang di Indonesia,” tegas Said Aqil Siradj dalam diskusi publik ‘Indoensia Menolak Teroris, NKRI Harga Mati’ bersama anggota FPKB DPR KH. Maman Imanulhaq. Acara dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan moderator Ketua FPKB DPR RI A. Hilmy Faishal Zaeni.di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Karena itu, banyak negara Islam khususnya di Timur Tengah akibat tidak mempunyai komitmen untuk menyelamatkan bangsanya, maka negaranya hancur. Seperti Irak, Suriah, Libya, Afghanistan dan lainnya. “Jadi, pertumpahan darah atas nama Islam termasuk yang dilakukan Islamic State Iraq and Suriah (ISIS) adalah memalukan sekaligus merontokkan peradaban Islam itu sendiri. Karena itu kita wajib mengawal dan menjaga NKRI,” pungkasnya.

Menurut Zulkifli Hasan, Indonesia dengan 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI), maka sulit bagi ISIS dan kelompok-kelompok radikal Islam lainnya dibiarkan berkembang di negeri ini, karena mereka itu akan merusak Indoensia.

“Bahwa 4 pilar itu merupakan janji kebangsaan kita dalam berbangsa dan bernegara dan itu wajib dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan keseharian. Karena itu, tak perlu berdiskusi lagi soal bentuk kebangsaan Indoensia ini, termasuk berbicara soal hak asasi manusia (HAM). Sebab, banyak kalangan Barat yang mengatakan Islam itu teroris, anarkis, bom bunuh diri dan tak berperikemanusiaan. Saya bilang, jangan ajari kami soal HAM, karena Islam telah mengajarkan bagaimana kami memberi minum kucing yang sedang haus, apalagi manusia,” ujar Zulkifli.

Namun demikian kata Maman, tidak mustahil ISIS akan berkembang di Indonesia jika pemahaman agama masyarakat sendiri tidak baik, apalagi belum memahami agama islam itu sendiri secara benar. Untuk itulah tugas NU sebagai ormas Islam terbesar di dunia, untuk terus memberikan pemahaman dan pencerahan agama. Hanya saja harus dibantu dengan anggaran operasional yang memadai, dan bukan saja untuk operasional keamanan kepolisian.

Dengan demikian, sejauh mana PKB akan memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat dan rahmatan lilalamin ini agar negara selalu hadir dan bertindak tegas terhadap siapapun yang melanggar hukum, terlepas dari apapaun agama, suku, ras dan golongannya. “Sebab, hanya ketegasan hukum yang merupakan kunci terhadap kekerasan atas nama agama dan lainnya,” pungkas Maman.

Reviews

  • 5
  • 10
  • 5
  • 5
  • 5
  • 6

    Score


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *