Gemasaba Yakin Nawacita Mampu Menegakkan Keadilan Ekonomi

Makassar – GERAKAN Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai program Nawacita Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) bertujuan menegakkan keadilan ekonomi sehingga mesti dikawal.

Pernyataan tersebut terungkap dalam Kuliah Umum Kebangsaan yang digelar Gemasaba Sulsel dengan tema An Outlook of acroeconomic at South Sulawesi: Its Contribution Toward Achievement, di Gedung Tower DPRD Sulsel, Selasa (25/10/2016).

Kuliah umum tersebut merupakan respon program Nawacita yang kini memasuki tahun kedua pada 2016. Dalam acara tersebut didaulat sebagai pembicara mantan staff ahli Bapppenas, Harry Yulianto, dari kalangan akademisi Helmy Syamsuri, M Fuad Randi, Dyan Fauziah dan anggota DPRD Sulsel Irwan Hamid dan Anwar Sadat.

Gemasaba Sulsel menilai nawa cita merupakan program pro rakyat yang bertujuan menegakkan keadilan ekonomi, sehingga mesti dikawal juga dengan melibatkan kaum mudadari kalangan Perguruan Tinggi.

”Kita mesti kawal, hal ini untuk mengukur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) juga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujar Ketua Gemasaba Sulsel, Ahmad Arfah.

Menurut Ahmad, Jokowi selama masa kampanye memiliki visi yang dibungkus dalam konsep Nawacita, hal demikian mesti menjadi perhatian, sejauh apa realisasinya kini.

“Visi dan misi pemerintahan harus dipastikan berjalan, apalagi nawacita turunan dari Trisakti Presiden Soekarno yang tentu bertujuan untuk kepentingan bangsa,” katanya.

Mantan tenaga ahli Bappenas, Harry Yulianto menegaskan, pembangunan daerah diharapkan tidak hanya terfokus pada beberapa wilayah saja.

“wilayah yang masih memiliki pendapatan rendah terus didorong, sehingga tidak terjadi kesenjangan antar wilayah. Sebagai realisasi dari pembangunan daerah, hal tersebut setidaknya tampak dari program-program Kementerian Desa yang cukup luar biasa,” kata Harry.

Lanjutnya, Nawacita akan diimplementasikan pada semua sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia untuk jalan perubahan dan kekuatan ekonomi kerakyatan.

Sementara Akademisi di Makasar Dyan Fauziah menyampaikan pertumbuhan perekonomian Sulsel selalu diatas rata-rata nasional, namun dari sisi lain, perekonomian Sulsel masih ditopang oleh konsumsi, dan investasi.

“Sementara dari sisi lapangan usaha, diperkirakan masih ditopang dari sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor pengadaan listrik-gas, sektor konstruksi, sektor perdagangan, dan sector administrasi pemerintahan,”katanya.

Anggota DPRD Sulsel, Irwan Hamid, menyampaikan peningkatan ekonomi Sulsel perlu dukungan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Peningkatan kualitas SDM itu sangat perlu kedepan, tenaga SDM yang handal sangat dibutuhkan untuk lebih memajukan Sulsel dari berbagai sektor. Ini harus jadi perhaian pemerintah,” tandas Irwan yang merupakan Angota DPRD dari PKB itu.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *