GEMASABA : Kader PKB Harus Ramaikan Sosmed

Badan Otonom Mahasiswa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau Gemasaba menyambut antusias pelatihan Media sosial yang di gelar atas kerjasama DPP PKB dengan Friedrich Naumann Stiftung (FNS). Pelatihan tersebut diikuti 32 perwakilan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia.

Badan Otonom Mahasiswa PKB Gemasaba yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut mendukung penuh pelatihan tersebut. Wakil Sekjen Gemasaba Fahmi Budiawan pada media mengatakan bahwa kegiatan ini akan bermanfaat bagi kader-kader muda PKB yang aktif di dunia sosmed.

“Kebetulan saya diutus Ketum Gemasaba Heru Widodo untuk hadir di acara ini karena beliau sedang berhalangan. Saya melihat kegiatan ini sangat bagus untuk mempererat silaturahim antar wilayah, selain itu pembicaranya juga dari anak-anak muda yang konsen di sosmed, pokoknya pelatihan sosmed ini terasa anak muda banget seperti brand PKB Partai Anak Muda”. Ujarnya

Ia juga membuka rahasia jika Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar sangat peduli dengan sosial media.

“Ini rahasia, Bapak Muhaimin Iskandar ternyata aktif di sosmed kalo ga percaya cek sendiri di twitter @cakiminpkb atau facebook A Muhaimin Iskandar”. Ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PKB, H Abdul Kadir Karding yang mewakili Ketua Umum H Abdul Muhaimin Iskandar bahwa Ketua umum Partai menginginkan seluruh kader PKB menguasai teknologi agar mampu bersaing di udara dengan partai-partai lain. Artinya, seluruh aktivitas kader PKB dapat disosialisasikan langsung ke masyarakat lewat medsos.

“Pelatihan ini merupakan sarana memperbaiki partai dari sisi penyampaian informasi langsung ke publik. Dengam medsos kita dapat berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” katanya.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat republik Indonesia (DPR RI) itu mencontohkan besarnya pengaruh medsos dalam area publik. Presiden Amerika Serikat Barack Obama terpilih dengan menggunakan medsos. Begitupun gerakan yang terjadi di Mesir, Hongkong dan Malaysia baru-baru ini.

“Dengan medsos jarak antara pemimpin dan masyarakat semakin dekat. Ada penelitian tentang medsos yang dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia. Dimana, mahasiswa mengetahui dan mengenal partai bukan karena ia menjadi kader partai, tetapi mereka mengetahui keberadaan partai lewat fecebook dan twiiter,” kata Abdul Kadir Karding saat dimintai tanggapan terkait kegiatan yang diselenggarakan oleh DPP PKB bekerjasama dengan FNS yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 30 September sd 02 Oktober 2015.
Sumber : Publicapos.com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *