Gemasaba Jatim Tolak Gerakan Komunisme dalam Bentuk Apapun

Surabaya, Gemasaba Jatim   Ratusan Mahasiswa mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) Jawa Timur melakukan aksi turun jalan yang tersebar diberbagai titik di Surabaya, diantaranya depan Taman Bungkul Surabaya, Museum Bank Indonesia (BI), di depan Gedung Grahadi Surabaya dan di depan Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara). Aksi simpatik tersebut dalam rangka menolak gerakan-gerakan yang berbau komunisme/PKI yang mulai didengungkan lagi oleh aktivis komunis di berbagai daerah terutama di Jawa Timur.

Koordinator aksi Multazam Dzikri ketika ditemui di depan Museum BI, Senin (30/5/2016), menjelaskan, gerakan-gerakan komunis saat ini sudah mulai hidup kembali dan menampakkan diri kepermukaan. Karena itu, dirinya meminta masyarakat untuk waspada terhadap gerakan-gerakan tersebut. “gerakakan yang diambil oleh aktivis komunis saat ini jauh lebih sistematis dan terstruktur. Gerakan yang meraka ambil menggunakan jalan penanaman ideologi cuci otak dan penyadaran kelas,” jelasnya.

Penanaman ideologi inilah menurut pria yang akrab disapa Azam ini, wajib untuk dilawan sebisa mungkin. “Ideologi komunis jelas-jelas bertentangan dengan ideologi pancasila. Sebagai mana yang kita ketahui, ideologi komunis yang didentik dengan PKI, jelas akan mengganggu dan mengguncang keutuhan NKRI. Bagi kami, NKRI harga mati dan tidak bisa ditawar lagi” Papar Azam penuh semangat.

Indoensia berdiri dari satu-kesatuan suku, budaya dan agama. “hanya pancasila yang bisa menyatukan perbedaan itu, hanya semangat pancasila yang membuat Indonesia bertahan sampai saat ini. Ideologi Indonesia hanya satu, pancasila dan tidak untuk yang lain,” tegasnya.

Karena itu, Azam mengajak seluruh warga Surabaya dan seluruh masyarakat Jatim untuk mengambil bagian memperjuangkan keutuhan NKRI dengan jalan menolak aktivitas penanaman kembali ideologi komunis atau PKI gaya baru di Indonesia. “Kita sebagai warga Indonesia yang baik, menolak keras penyebaran ideolagi komunis/PKI gaya baru,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *