Gemasaba Jatim Gelar Dialog Tolak Radikalisme Mengatasnamakan Islam

Surabaya, Gerakan mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Jawa Timur sore tadi, Senin (30/1/2017) gelar dialog interaktif di Cafe Heerlijk Gelato Surabaya. Dalam dialog interaktif tersebut dihadiri oleh H. Ahmad Tamim Anggota Komuisi A DPRD Jawa Timur, Andre Irawan Pengurus PW Ansor Jatim, KH. Ma’ruf Khozin dan AKBP Dodi Eko Wijayanto, S.H., M.Hum. kabagbinops Ditbinmas Polda Jatim serta diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus se-Surabaya.

Diskusi dengan mengusung temaWaspada dan Tolak Gerakan Radikalisme Mengatasnamakan Islam di Indonesia” tersebut sebagai langkah nyata Gemasaba Jatim dalam mengawal berbagai isu sosial dan politik yang dapat menciptakan konflik di tengah masyarakat. “Dialog ini dilakukan tidak lain untuk membendung gerakan-gerakan radikal  yang kerap kali muncul mengatasnamakan islam. Dan itu harus diwaspadai dan disikapi,” ungkap ketua Gemasaba Jatim, M. S. Umam.

Untuk menyikapi gerakan radikalisme mengatasnamakan islam itu, Pengurus PW Ansor Andre Irawan yang hadir sebagai narasumber tersebut menyampaikan bahwa, mahasiswa dan pemuda  sebagai agent of change dan agent of control harus lebih cerdas dalam memfilter serangan golongan radikalisme di Indonesia. “Tujuannya, agar  paham radikal itu tidak mudah menyabar dan marak di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, anggota komisi A DPRD Jawa Timur H. Ahmad Tamim menyerukan tentang pentingnya memperbaiki model dakwah yang biasa dilakukan oleh Nadlatul Ulama dan Muhammadyah. Model dakwah menurut politisi asal Blitar tersebut sangat berpengaruh terhadap pemahaman seseorang. “Kita harus memperbaiki pola dakwah kita, dengan begitu kita mampu membentengi generasi muda kita dari pengaruh radikalisme yang mengatasnamakan agama islam,” terangnya.

Sebagai langkah preventif di masyarakat, AKBP Dodi Eko Wijayanto, S.H., M.Hum. dalam dialog tersebut meyampaikan telah mempunyai program 3 pilar (Polisi, TNI, dan Pemerintah). Tiga pilar tersebut akan diturunkan ke masyarakat bawah untuk membendung segala bentuk gerakan radikalisme. “Dengan begitu, bersama masyarakat kita dapat menangkal radikalisme bersama-sama,” jelasnya.[fc]

Sumber: http://matahationline.com/berita-gemasaba-jatim-gelar-dialog-tolak-radikalisme-mengatasnamakan-islam.html #Bhe




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *