GEMASABA ingatkan Peran Ibu dalam Pembentuk Karakter Utama Bangsa

Jakarta, dalam rangka memperingati hari Ibu Dewan Pimpinan Nasional Gerakan mahasiswa satu bangsa (GEMASABA) mengajak para pemuda dan segenap pemimpin bangsa untuk merenungkan kembali peran Ibu sebagai pilar utama pembentuk karakter Bangsa.
Makin banyaknya wanita karir kita lupa akan pentingnya merawat seorang anak. Banyak dari kita menyewa baby sister dan menitipkan anak kepada tempat asuh anak. Padahal keekatan fisik lah yang akan membentuk karakter seoarang anak kelak.
“Peran ibu ini sangat viral bagi pembentukan karakter bangsa. Lihatlah saat ini bangsa kita tidak lagi miskin ilmu dan miskin uang tapi saat ini bangsa kita miskin akhlak, lemah karakter.” ujar Sekjen DPN Gemasaba Adam Marifat.
Undang – Undang No. 39/2009 tentang Kesehatan memang sudah memberi ruang bagi ibu untuk menyusui insentif selama 6 bulan, namun di lain pihak UU ketanagakerjaan hanya memberi ijin cuti hingga selesai nifas atau sekitar 3 bulan. Hal ini tentu dapat merugikan anak dan Ibu.
Oleh karena itu bagi para pengantin muda seorang istri harusnya mengambil masa cuti selama 2 tahun sesuai hukum hadhonah (hak asuh anak) sehingga pembentukan karakter (carrracter building) anak bisa maksimal.
“Seharusnya pemerintah dapat memberikan hak istimewa kepada seorang ibu untuk memberikan hak menyusui sekaligus hak asuh anak selama 2 tahun” imbuhnya.
maka dalam memperingati hari Ibu ini tidak hanya bicara soal kasih sayang anak kepada Ibu namun juga bagaimana peranan Ibu kedepan dalam membentuk mental dan karakter bangsa. Sebuah revolusi mental tidak dapat dijalankan jika pondasi dasarnya keropos, dan pondasi dasarnya adalah peranan Ibu-Ibu kita. (ID)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *