Gemasaba Gandeng Kalangan Akademisi Tangkal Pergerakan Radikal

Jakarta – Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) salah satu badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) menolak keras ideologi yang disebarkan ISIS di tanah air.

Hal itu berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat koordinasi nasional di Anyer, Banten Sabtu dan Minggu kemarin.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gemasaba, Heru Widodo mengatakan, menyikapi situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, Rakornas tersebut akhirnya menelurkan beberapa rekomendasi dan masukan untuk pemerintahan.

“Gemasaba menolak keras tindakan dan ideologi yang disebarkan oleh ISIS serta mengajak semua kalangan intelektual kampus untuk bersama-sama melakukan edukasi dan ideologisasi,” kata Heru, melaui keterangan persnya, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Menurutnya, Gemasaba juga menentang keras ajakan untuk mendirikan khilafah oleh ormas tertentu dan mendukung penuh tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia serta mendorong kepada pemerintah untuk menjaga keutuhan NKRI dengan menertibkan situs dan website yang bertentangan dengan ideologi kebangsaan.

Tidak hanya itu hasil Rakornas Gemasaba juga meminta pemerintah untuk mewujudkan kepastian hukum yang bebas dari intervensi politik serta melakukan reformasi birokrasi menuju kinerja birokrasi yang profesional, bersih dan akuntabel dan berpihak pada kaum marginal.

“Pemerintah juga harus menjaga stabilitas ekonomi, politik dan kemanan. Agar masyarakat kalangan marginal tidak terbebani akibat tidak stabilnya ekonomi, terjadinya hiruk pikuk politik yang tak kunjung usai serta kondisi keamanan masyarakat yang akhir-akhir ini kurang baik,” kata Heru.

Terakhir, GEMASABA meminta kepada pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam rangka menghadapai kompetisi global dan pasar bebas.

Reviews

  • 7
  • 6
  • 7
  • 5
  • 5
  • 6

    Score




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *