Gemasaba Anggap Komnas HAM Alami Kemandulan

Manusia yang merasa lebih mulia dari manusia yang lain berpotensi melakukan penindasan.

Banyaknya persoalan GAM yang belum terselesaikan di negeri ini nampaknya membuat gerah berbagai pihak khususnya dari kalangan mahasiswa.

Salah satunya Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) menganggap komnas HAM sebagai lembaga peradilan kasus pelanggaran HAM mengalami kemandulan. Hal ini diungkapkan melalui akun twitterny, 10/12.

Menurutnya hal ini terjadi karena terkendala dengan polemik ditingkat elit, juga tak menutup kemungkinan saling sandera kepentingan.
Menurutnya, saat ini “Rekomendasi Komnas HAM acapkali tidak di gubris banyak pihak, mulai dari Hak Asasi Sosial dan Budaya hingga hak kesetaraan Hukum. #HariHAM” dalam cuitan berantainya.
Lama setelah reformasi hingga saat ini belum ada satuput kasus pelanggaran berat untuk di adili, “Kini hampir 18 tahun reformasi belum ada satupun kasus HAM berat yang bisa kita dudukkan dimeja pengadilan. #HariHAM” ujarnya.
Seperti saat ini lambannya pengungkapan kasus munir oleh pihak berwenang dengan alasan hilangnya dokumen dan arsip.
Dilain itu di hari HAM ini gemasaba berharap kepada pemeringah agar untuk menjadikan momentum pemenuhan janji pemerintah terkait kepastian hukum. “GEMASABA memandang perlu ada langkah nyata dari pemerintahan @Jokowi @JK khususnya ksus munir. #HariHAM” melalui kicauannya. (jwr).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *