Gemasaba Ajak Melek Sosial dan Melek Media Sosial

KAJEN – Organisasi Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) mengajak seluruh mahasiswa di empat daerah, yaitu di Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kota Pekalongan melek realitas sosial dan politik di tengah-tengah masyarakat. Hal itu disampaikan pengurus Gemasaba Jawa Tengah, Abdul Hamid, dalam acara upgrading dan pelatihan media sosial, di Balai Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (3/12). Acara itu diadakan dua hari, Sabtu-Minggu (3- 4/12).

Menurutnya, sebagai mahasiswa, semestinya mereka melek secara sosial dan politik di lingkungan masing-masing. Pasalnya, Gemasaba yang merupakan organisasi sayap PKB memang dituntut untuk memiliki kemampuan menganalisis kondisi sosial dan politik di lingkungan sekitar. “Segmen Gemasaba memang sama dengan organisasi mahasiswa lain, yaitu kampus atau perguruan tinggi, tapi Gemasaba harus memiliki faktor pembeda sehingga meski segmen sama, ada titik pembeda karena ruang lingkupnya memang pada PKB,” kata dia.

Alur gerakan dari Gemasaba, lanjut Abdul Hamid yang juga Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKB hasil pemilihan Jateng X itu, berbeda dari organisasi serupa yang ada atau hidup di perguruan tinggi. “Kalau organisasi ekstrakampus seperti PMII dan semacamnya memperjuangkan kaum lemah melalui jalur ektraparlementer, Gemasaba lebih condong masuk ke sistem meski ekstraparlementer atau turun ke jalan dalam hal-hal tertentu perlu dilakukan,” ungkapnya.

Kaderisasi

Dengan begitu, dia mengharapkan para pengurus Gemasaba di empat daerah melakukan kerja-kerja kaderisasi dengan metode yang cantik dan simpatik sehingga bisa menarik minat mahasiswa lainnya untuk bergabung. Di partai lain, kata mantan pengurus Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah itu, organisasi sayap untuk tingkatan mahasiswa tentu ada.

Meski begitu, Gemasaba memiliki nilai pembeda, yaitu Gemasaba menempatkan partai politik itu sebatas instrumen atau alat saja untuk memperjuangkan nilai-nilai perjuangan yaitu pembelaan terhadap kaum lemah melalui partai politik. “Realitas sosial yang ada sekarang ini Indonesia menganut sistem demokrasi. Dalam demokrasi mengakui adanya parta politik.

Mekanisme inilah yang Gemasaba pilih. Untuk itu tugas pengurus organisasi ini adalah menyadarkan kepada mahasiswa tentang realitas sosial politik saat ini,” terangnya.

Sebagai aktivis mahasiswa, lanjut Abdul Hamid, memang harus memiliki nilai idealisme yang kuat dalam mempertahankan nilai-nilai perjuangan dalam membela kaum lemah. Sementara itu, dalam pelatihan media sosial dia mengharapkan pengurus Gemasaba di empat daerah ini bisa memanfaatkan media sosial tersebut untuk proses pengawalan kebijakan pemerintah dan mendongkrak popularitas organisasi ini.

 

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/gemasaba-ajak-mahasiswa-melek-sosial-dan-politik/




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *