DPN Gemasaba lantik 3 DPC Di Jawa Tengah

Pemalang – Maraknya gerakan dan faham radikal yang mudah menyebar dikampus-kampus, Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) semakin terpacu semangatnya untukĀ  melakukan konsolidasi, dengan melakukan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk tiga daerah secara bersamaan, yaitu Kab. Pemalang, Kab. Pekalongam dan Kota Pekalongan. Pelantikan tersebut dilaksanakan di gedung PC. NU Kab. Pemalang.

“Mahasiwa memiliki peran penting dalam meneruskan estafet perjuangan serta pembangunan bangsa Indonesia dan Gemasaba hadir sebagai anak muda masa kini namun tidak melupakan tradisi-tradisi NU, ” Kata Ketua Umum Gemasaba Heru widodo, Sabtu (5/3/2016)

Menurut Heru, Gemasaba harus masuk kampus-kampus untuk menyebarkan faham ahlussunnah waljamaah lewat diskusi maupun lewat dunia maya, jangan biarkan gerakan radikal disusupkan kepikiran mahasiswa, ini sebagai alasan kenapa kehadiran Gemasaba itu penting.

Dunia maya mampu mempengaruhi kehidupan pribadi seseorang, kita harus melek teknologi informasi untuk mempengaruhi, mengajak orang kearah yang baik dengan menyebarkan ajaran-ajaran ahlusunnah wal jamaah dan kita tidak boleh kalah dalam gerakan sosial media dengan partai sebelah, tambah Heru.

Sementara itu Abdul Hamid ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gemasaba Jawa Tengah, yang merupakan anggota Komisi D DPR D Provinsi Jawa Tengah Dapil IX dari Fraksi PKB menuturkan, “Mahasiswa harus berpartai, Dan Kenapa Gemasaba? Karena Gemasaba turut memperjuangkan faham ahlusunnah wal jamaah dimana hal itu salalu kita perjuangkan hingga mati”

“Tidak cukup sampai disitu, Gemasaba sebagai intra parlemen dari Partai Kebangkitan Bangsa yang merupakan sayap pergerakan dari Nahdlatul Ulama yang menyebarkan paham ahlussunah wal jamah dengan Islam Rahmatan Lil Alamin, juga akan tanggap dengan isu sosial-agama, “misalkan radikalisme yang bukan merupakan produk Islam dan bertentangan dengan negara, atau adanya kalangan liberalis yang mendorong isue LGBT, Gemasaba melakukan penolakan, karena tidak sesuai dengan adat kebudayan dan juga ajaran agama, namun tetap dengan cara-cara arif dan bijak.” Tegas Hamid

Ccxdzi6VIAEscf6

“Gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai “parlemen jalanan” tidak cukup untuk mencetuskan kritik dijalan belaka, justru kehadiran Gemasaba ini mengajak untuk memahami dan langsung mengawasi kebijakan pemerintah untuk rakyat, ditengah arus globalisasi yang demikian melanda negeri ini, sehingga Gemasaba bisa mengorganisir agar mahasiswa tidak sebatas larut dalam keadaan,” tambah Abdul Hamid.

Pengambilan gerakan dari kalangan mahasiswa ini sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa kedepan dan menjaga keutuhan NKRI yaitu dengan gerakan intelektual dikampus-kampus.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *