Cerita Mahasiswa Indonesia Belajar Kepemimpinan di Turki

JAKARTA – Salah satu skill yang harus diasah sejak menjadi mahasiswa adalah kepemimpinan. Untuk itu, seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama Jodie Steven tak mau kehilangan kesempatan mengasah kemampuan kepemimpinannya hingga ke Turki.

Jodie sendiri mengikuti program Delightful Antalya, Istanbul Winter School 2017 di Istanbul Aydin University (IAU) selama dua pekan. Setelah belajar di sana, dia mengaku bahwa menjadi pemimpin yang baik tidaklah mudah.

“Tidak hanya sekadar belajar teori, namun mengimplementasikan teori merupakan poin penting yang harus diperhatikan,” ucapnya disitat dari laman ITS, Minggu (26/3/2017).

Beberapa hal yang dipelajari saat ada di Turki, di antaranya faktor yang memengaruhi kepemimpinan, lima tingkat kepemimpinan, keterampilan berkomunikasi dan manajemen, situasi kepemimpinan, mengatasi perbedaan dalam tim, membangun tim, hingga manajemen konflik dalam tim.

“Lima tingkat kepemimpinan yang dipelajari adalah kepemimpinan dasar, perkenaan, produktivitas, mengembangkan orang lain, dan puncak kepemimpinan. Masing-masing tingkat kepemimpinan ini tergantung pada bagaimana alasan orang orang mau menjadi pengikutnya,” paparnya.

Mahasiswa Departemen Teknik Material itu mengungkapkan, langsung menerapkan keterampilan berkomunikasi dan manajemen pada tugas akhir kegiatan. Sedangkan selama mengikuti kelas, lanjut Jodie, seluruh peserta diminta aktif lantaran dosen selalu melempar berbagai pertanyaan dan pembahasan.

“Dosen favorit saya adalah Dr Jill Wakefield dan Dr Andrea Insley dari Seattle. Mereka tidak pernah lupa memberi apresiasi kepada muridnya. Sehingga kami merasa senang dan tidak pernah bosan saat pembelajaran berlangsung,” tukasnya. (ira)

(sus)

http://bit.ly/2n8cu8m




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *