Bom Bunuh Diri Pakistan, Bagaimana Hukumnya?

Seseorang terlihat sangat terpukul melihat tumpukan jenazah (Foto: REUTERS/Mohsin Raza)

Seseorang terlihat sangat terpukul melihat tumpukan jenazah (Foto: REUTERS/Mohsin Raza) Detik.

Bom bunuh diri terjadi lagi, tepatnya disebuah taman umum di Kota Lahore, Pakistan, Minggu (27/3) sore. Terjadinya Bom bunuh diri menunjukkan kurangnya kedewasaan pelaku Pemboman dalam menyikapi berbagai masalah yang ada, Seolah sudah tidak ada jalan lain, tidak ada solusi lain dalam mengatasi permasalahan.

Mari tengok kebelakang sebagaimana yang sudah di bahas oleh Bahtsul Masail NU dalam Munas Alim Ulama di Pondok Gede tahun tahun 2002 tentang hukum intihar (mengorbankan diri). Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa bom bunuh diri (intihar) yang dilakukan oleh para teroris tidak akan mengantarkan mereka kepada level syuhada. Karena sejatinya motiv mereka adalah adalah frustasi (putus asa) dalam menghadapi hidup. Artinya putus asa dalam mencari jalan solusi kehidupan yang benar.

Dalam keputusan itu dengan jelas diterangkan bahwa “Bunuh diri dalam Islam adalah diharamkan oleh agama dan termasuk dosa besar, akan tetapi tindakan pengorbanan jiwa sampai mati dalam melawan kezaliman, maka dapat dibenarkan bahkan bisa merupakan syahadah, jika 1) Diniatkan benar-benar hanya untuk melindungi atau memperjuangkan hak-hak dasar (al-dharuriyyat al-khams) yang sah, bukan untuk maksud mencelakakan diri (ahlak al-nafs). 2) Diyakini tidak tersedia cara lain yang lebih efektif dan lebih ringan resikonya. 3) Mengambil sasaran pihak-pihak yang diyakini menjadi otak dan pelaku kezaliman itu sendiri.”

Bom bunuh diri yang terjadi ditaman umum di Kota Lahore dan berbagai macam teror yang lain sangatlah jauh dari syarat syahadah. Karena bom tersebut mencelakkan diri sendiri dan menerjang hak asasi manusia, akibat kejadian tersebut sudah mencapai 65 orang meninggal dunia dan 300 orang lebih yang luka-luka, sebagian besar adalah para ibu dan anak-anak yang tengah bermain di taman tersebut. Sesungguhnya masih banyak jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Cak imin pada akun twitternya @cakiminpkb prihatin serta duka yang mendalam atas kejadian Bom bunuh diri yang terjadi di Pakistan. “Duka mendalam atas bom bunuh diri yg menewaskan begitu banyak jiwa, Waspadalah jangan sekali kali menjadikan agama sunber kekerasan,”

Cak Imin juga mengajak umat islam Indonesia untuk meneladai Rasulullah “Nabi Muhammad ditugasi Alloh menyempurnakan ahlak dan menyebar kasih sayang untuk seluruh alam semesta, bukan membunuh!. Dlm kurun 20 thn saja Pakistan; perang antar saudaranya saling bom, krn tdk ada organisasi agama yg kuat/solid seperti NU dan Muhamadiyah. Tdk ada kepemimpinan umat yg kuat, sendiri2, ego kelompok, adalah awal perang saudara, wajib hukumnya umat ikut NU atau Muhammadiyah. Umat Islam Indonesia jangan pernah mengikuti organisasi apapun selain NU atau Muhammadiyah . #PrayForPakistan,”

#DamaiSelaluIndonesiaku.

(Diolah dari berbagai sumber: Hasil Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta 25-28 Juli 2002/14-17 Rabiul Akhir 1423 Tentang Masail Maudhuiyyah As-Siyasiayh, Nu, Detik.)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *