Asyik, Mahasiswa Terjun ke Bisnis Akan Difasilitasi oleh Pemerintah

SURABAYA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memfasilitasi mahasiswa yang ingin menjadi wirausahawan guna mencetak wirausahawan-wirausahawan baru dari lingkungan kampus.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasswaan (Dirjen Belmawa) Kemristekdikti Intan Ahmad di sela Kelas Insiparsi “Enterpreneurs Wanted” di Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (15/3/2017) mengatakan pihaknya sudah menyiapkan program bernama Kewirausahaan untuk mendukung usaha-usaha dari mahasiswa terutama dari sisi finansial.

“Intinya di situ mahasiswa bisa kerja sama dengan dosen, juga mengembangkan rencana bisnis kemudian dijalankan dan akhirnya nanti menjadikan calon-calon wirausawan,” kata Intan.

Dia menjelaskan, program tersebut sudah berjalan lebih dari lima tahun. Dalam program Kewirausahaan Belmawa Kemristekdikti, pihaknya menekankan kehadiran pemerintah untuk mahasiswa yang ingin memulai sebuah bisnis.

“Syaratnya para mahasiswa harus lebih dahulu membuat rencana bisnis, kemudian diajukan dan nanti ada dana-dana hibah yang disediakan untuk itu,” tuturnya.

Di Indonesia, lanjut Intan, tingkat kewirausahaan menurut data statistik masih satu persen. Padahal menurut para ahli, angka pengusaha paling tidak harus dua persen dari populasi dan masih kalah dari Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Para mahasiswa setelah lulus biasanya berpikir mau ke mana setelah lulus, apakah bekerja atau berwirausaha. Sekarang trennya adalah usaha sendiri dan itu bagus,” ucapnya.

Dia mengatakan tidak membatasi seperti apa bisnis yang akan diajukan. Menurutnya, bisnis yang sukses adalah bisnis yang tidak biasa dan berangkat dari sebuah permasalahan. “Seperti halnya ojek dalam jaringan. Itu kan berangkat dari permasalahan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan untuk mendukung mahasiswanya dalam berwirusahanya pihaknya sudah bekerja sama dengan Pusat Karir ITS untuk melatih mahasiswa di tahun ketiga, dan menyeleksi para mahasiswa mana yang ingin menjadi pegusaha.

“Kita coba mengarahkan minat mereka, entah itu jadi pengusaha, akademisi atau apapun dengan pembekalan hal-hal yang dianggap perlu,” katanya.

Dia menjelaskan, ketika dirinya kembali dari Amerika Serikat bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dirinya akan memulai workshop yang berkaitan dengan start up. Dirinya berharap dari situ akan menghasilkan para pengusaha-pengusaha muda tak hanya dari ITS tapi juga dari luar ITS.

(sus)

http://bit.ly/2ndEbOL




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *